Seorang influencer kripto, Robert Doyle, memprediksi bahwa pemerintah dan institusi besar akan beralih ke jaringan blockchain sebagai langkah ke depan. Menurutnya, hal ini bukan lagi merupakan preferensi, melainkan kebutuhan untuk menghadapi serangan berbasis AI yang semakin meningkat. Serangan siber pada 13 November 2025, yang sepenuhnya dilakukan oleh agen AI otonom, menunjukkan bahwa serangan semacam itu terus berkembang dengan kemampuan yang meningkat pesat setiap enam bulan.
Doyle menyoroti bahwa struktur terpusat rentan terhadap serangan karena titik kegagalan tunggal. Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sekitar 80% kebocoran data disebabkan oleh penyalahgunaan internal. Analis lain berpendapat bahwa data sensitif sebaiknya dipindahkan ke jaringan on-chain untuk memastikan keamanan jangka panjang.
Selain itu, Doyle juga menyoroti penundaan siklus Bitcoin yang dipengaruhi oleh tekanan makroekonomi, seperti tingginya suku bunga dan utang AS. Ia juga mengomentari kritik terhadap Bitcoin, termasuk kritik dari Ray Dalio terkait risiko privasi dan serangan kuantum potensial. VanEck bahkan mengindikasikan potensi beralih dari Bitcoin ke koin privasi seperti Zcash jika fundamental terus melemah.
Penting untuk diingat, keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab pembaca. Sebelum melakukan transaksi kripto, disarankan untuk melakukan analisis mendalam. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan maupun kerugian yang mungkin timbul akibat keputusan investasi.


