Di tengah masyarakat, sering muncul istilah “diabetes basah” dan “diabetes kering” yang menimbulkan kebingungan. Namun, sebutan tersebut sebenarnya tidak dikenal dalam dunia medis. Mitos-mitos seputar diabetes ini membuat informasi tentang penyakit diabetes menjadi semakin rancu. Istilah tersebut sebenarnya merujuk pada masalah kesehatan yang dikenal sebagai gangren, bukan sebagai jenis penyakit diabetes yang berbeda.
Gangren adalah kondisi ketika jaringan tubuh mati karena tidak mendapatkan cukup oksigen akibat terganggunya aliran darah. Gangren terbagi menjadi dua bentuk utama yaitu gangren basah dan gangren kering. Gangren basah terjadi saat jaringan mati terinfeksi, sedangkan gangren kering lebih sering muncul akibat komplikasi dari berbagai penyakit, termasuk diabetes.
Beberapa mitos seputar diabetes juga perlu diklarifikasi. Misalnya, diabetes tidak hanya menyerang orang tua, tetapi juga bisa dialami oleh remaja, orang dewasa muda, bahkan anak-anak. Penderita diabetes juga tetap bisa mengonsumsi buah, namun perlu memperhatikan jenis buah dan porsi yang dikonsumsi. Penanganan diabetes melibatkan pola makan sehat, olahraga teratur, pemakaian obat, dan pemantauan gula darah secara konsisten.
Selain itu, mitos lain seperti anggapan bahwa luka akibat diabetes selalu berakhir dengan amputasi tidak sepenuhnya benar. Banyak luka dapat sembuh tanpa amputasi dengan perawatan yang tepat. Penting untuk memahami fakta seputar diabetes agar penanganan penyakit ini dapat dilakukan dengan efektif dan tepat sesuai dengan kondisi masing-masing penderita.


