PT Abadi Lestari Indonesia, perusahaan yang fokus pada pengolahan dan pencucian sarang burung walet, telah menetapkan harga penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) sebesar Rp 168 per saham. Harga ini termasuk dalam kisaran harga IPO yang sebelumnya ditawarkan antara Rp 150 hingga Rp 168 per saham. Berdasarkan prospektus perusahaan yang diakses dari laman e-ipo, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk akan menawarkan 625 juta saham kepada publik dengan nilai nominal Rp 50 per saham. Jumlah saham yang ditawarkan ini mencakup 20% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, yang berarti perseroan berpotensi meraup dana sekitar Rp 105 miliar.
Dari total dana yang berhasil terkumpul, sekitar 56,33% dari dana IPO akan dialokasikan untuk modal kerja perseroan, khususnya untuk pembelian bahan baku sarang burung walet. Sementara itu, sisanya sebesar 43,67% akan disetorkan kepada PT Realfood Winta Asia dalam bentuk penyertaan modal untuk mendukung rencana pembelian bahan baku.
Selain itu, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk telah menunjuk PT Samuel Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek dalam proses pelaksanaan IPO. Pasca IPO, kepemilikan saham perseroan akan mengalami perubahan, di mana di antaranya PT Realco Omega Investama akan memiliki 77,60% saham, Edwin Pranata 2,32%, Budiono 0,04%, Edi Haryanto 0,04%, dan masyarakat umum 20%.
Jadwal IPO Perseroan telah ditetapkan sebagai berikut: tanggal efektif pada 28 November 2025, masa penawaran umum perdana saham berlangsung pada 2-4 Desember 2025, penjatahan pada 4 Desember 2025, distribusi saham secara elektronik pada 5 Desember 2025, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Desember 2025.


