Vanguard Group, manajemen aset terbesar kedua di dunia, telah mengumumkan keputusannya untuk memperdagangkan exchange traded fund (ETF) dan reksa dana yang terutama berfokus pada kripto seperti bitcoin (BTC), ether, XRP, dan Solana di platform mereka. Langkah ini menandai perubahan strategi Vanguard yang sebelumnya skeptis terhadap aset digital yang dianggap terlalu spekulatif dan volatile.
Meskipun nilai pasar kripto turun lebih dari USD 1 triliun sejak awal Oktober 2025, permintaan yang terus meningkat dari investor ritel dan institusional mendorong Vanguard untuk menyesuaikan diri. Sejak peluncurannya pada Januari 2024, ETF Bitcoin telah berhasil mengumpulkan aset miliaran dolar AS, menarik minat dari berbagai pihak.
Keputusan Vanguard ini juga mencuat setelah laporan di akhir September yang menyebut perusahaan sedang mempertimbangkan langkah tersebut untuk memberikan akses ke aset kripto yang diatur kepada lebih dari 50 juta nasabah mereka. Meskipun terjadi koreksi harga baru-baru ini, ETF kripto tetap menjadi salah satu segmen reksa dana AS dengan pertumbuhan tercepat sepanjang sejarah.
Menurut Head of Brokerage and Investments Vanguard, Andrew Kadjeski, ETF dan reksa dana kripto telah terbukti melewati periode volatilitas pasar dengan kinerja yang solid sambil tetap menjaga likuiditas. Vanguard melihat pergantian preferensi investor dan kesiapan infrastruktur administratif sebagai faktor penting dalam ekspansi ke pasar aset digital ini.


