Kemampuan menggunakan komputer tidak lagi menjadi nilai tambah, melainkan menjadi kebutuhan dasar dalam kehidupan modern saat ini. Untuk mengingatkan pentingnya penguasaan teknologi bagi masyarakat, setiap tahunnya diperingati Hari Literasi Komputer Sedunia setiap tanggal 2 Desember. Peringatan ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2001 oleh NIIT (National Institute of Information Technology) asal India dengan tujuan mendorong peningkatan literasi komputer, terutama bagi perempuan dan anak-anak.
Sejarah komputer dimulai pada tahun 1820-an dengan Charles Babbage yang memperkenalkan “Mesin Diferensi”, sebuah komputer mekanis bertenaga uap yang menjadi landasan bagi perkembangan komputer modern. Dari mesin raksasa yang hanya dapat dioperasikan oleh para ahli, teknologi komputasi telah berevolusi menjadi perangkat portabel dan bahkan ponsel pintar yang dapat dibawa ke mana saja.
Hari Literasi Komputer Sedunia diadakan untuk mengingatkan peran keterampilan digital di era teknologi yang berkembang pesat. Tujuan peringatan ini antara lain untuk menjembatani kesenjangan digital, mendorong pengembangan karier, dan menguatkan aksi literasi komputer. Upaya bersama dari pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi sosial, dan individu diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengikuti perkembangan teknologi.
Ada banyak cara untuk memperingati Hari Literasi Komputer Sedunia, mulai dari memberikan donasi amal, memaksimalkan penggunaan komputer, mengajar kelas komputer bagi pemula, hingga ikut dalam kampanye di media sosial. Dengan berbagai inisiatif tersebut, diharapkan kesadaran akan pentingnya literasi komputer semakin meningkat di kalangan masyarakat.


