Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menunjukkan kenaikan dalam perdagangan 1-5 Desember 2025. Peningkatan IHSG didorong oleh data ekonomi Indonesia dan antisipasi kebijakan moneter the Federal Reserve (the Fed) terkait suku bunga. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 1,46% menjadi 8.632,76 pada minggu ini, dibandingkan dengan posisi 8.508,70 pekan sebelumnya. Kapitalisasi pasar BEI juga mengalami peningkatan sebesar 1,39% menjadi Rp 15.844 triliun, berbeda dengan Rp 15.626 triliun pekan lalu.
Menurut Herditya Wicaksana, seorang analis dari PT MNC Sekuritas, penguatan IHSG sebesar 1,46% didorong oleh volume pembelian sebesar Rp 1 triliun dari investasi asing. Beberapa faktor yang mempengaruhi kenaikan IHSG termasuk data makro Indonesia yang menunjukkan inflasi yang turun serta neraca perdagangan yang tetap positif. Selain itu, investor juga menaruh perhatian pada kebijakan moneter yang akan diumumkan oleh the Fed pada 10 Desember mendatang.
Selain itu, faktor lain yang turut berkontribusi adalah penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta kenaikan harga komoditas emas dunia. Meskipun volume transaksi harian di bursa turun 8,12% menjadi 46,39 miliar lembar saham dari 50,49 miliar lembar saham pekan sebelumnya, nilai transaksi harian BEI mengalami penurunan 29,61% menjadi Rp 21,34 triliun dari Rp 30,31 triliun pekan sebelumnya. Meskipun demikian, rata-rata frekuensi transaksi harian naik 2,13% menjadi 2,66 juta kali transaksi dari 2,61 juta kali transaksi pekan sebelumnya. Investor asing terlihat melakukan aksi beli saham sebesar Rp 2,48 triliun.


