Pekan depan, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan cenderung bergejolak. Beberapa faktor eksternal seperti keputusan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) akan memengaruhi pergerakan IHSG. Menurut analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, IHSG diperkirakan akan bergerak volatile dengan level support 8.478 dan level resistance 8.706.
Sementara itu, Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, meramalkan bahwa IHSG akan cenderung menguat dalam sepekan ke depan. IHSG diprediksi akan bergerak di level support 8.600 dan 8.553 serta level resistance 8.666 dan 8.706. Nafan juga menyoroti pengaruh data makro ekonomi Indonesia seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dan penjualan ritel Indonesia terhadap pergerakan IHSG.
Di sisi lain, faktor eksternal lain yang diprediksi mempengaruhi pergerakan IHSG adalah rilis data makro China terkait neraca dagang dan inflasi yang diperkirakan meningkat. Selain itu, data pekerjaan AS yang melambat juga akan menjadi perhatian investor. Keputusan suku bunga The Fed yang akan diumumkan dalam minggu tersebut juga diprediksi akan memberikan dampak pada IHSG. Selain itu, pergerakan harga komoditas emas yang cenderung meningkat juga akan memengaruhi pergerakan IHSG dalam pekan yang akan datang.


