Sebagai seorang fresh graduate, penting untuk memahami bahwa memiliki gelar sarjana saja tidak cukup untuk bersaing dalam dunia kerja. Saat ini, persaingan untuk mendapatkan pekerjaan sangat tinggi dengan ribuan fresh graduate lain yang memiliki skill dan kemampuan yang sama dengan Anda. Oleh karena itu, untuk bisa bersaing, penting untuk memiliki kemampuan tambahan yang bisa membedakan Anda dari yang lain.
Salah satu pilihan untuk memasuki dunia kerja adalah dengan menjadi seorang wirausahawan. Dengan menjadi wirausahawan, Anda tidak perlu menunggu diterima atau ditolak oleh perusahaan. Namun, Anda perlu memiliki modal yang cukup untuk memulai bisnis Anda sendiri.
Untuk membantu Anda memilih antara menjadi wirausahawan atau bekerja di sebuah perusahaan, penting untuk memahami Cashflow Quadrant yang dipopulerkan oleh Robert T. Kiyosaki. Cashflow Quadrant ini mengajarkan bahwa setiap orang dapat memilih lebih dari satu kuadran untuk memperoleh uang, dimana setiap kuadran memiliki karakteristik yang berbeda.
Kuadran E (Pegawai) adalah untuk orang yang nyaman dengan keamanan dalam bekerja, sementara Kuadran S (Pekerja Lepas) adalah untuk orang yang ingin mengambil alih kendali dalam pekerjaan mereka. Kuadran B (Pemilik Usaha) adalah untuk orang yang suka mendelegasikan pekerjaan, dan Kuadran I (Penanam Modal) adalah untuk orang yang ingin menghasilkan uang tanpa harus bekerja.
Selain memahami Cashflow Quadrant, penting juga untuk memahami kelebihan dan kekurangan dari bekerja dan berwirausaha. Dalam bekerja, Anda mendapatkan pemasukan stabil namun memiliki jam kerja konstan. Sedangkan dalam berwirausaha, Anda memiliki fleksibilitas waktu namun memiliki resiko kebangkrutan.
Untuk memutuskan apakah akan bekerja atau berwirausaha, penting untuk menyadari potensi dan karakter diri sendiri serta membuat rencana yang praktikal. Dengan memahami karakter dan tujuan Anda, Anda bisa lebih mudah memutuskan jalan mana yang lebih cocok untuk Anda, apakah itu menjadi seorang wirausahawan atau bekerja di sebuah perusahaan.


