HashKey, bursa kripto terbesar di Hong Kong, mengalami debut yang kurang memuaskan di Bursa Efek Hong Kong. Pada hari pertama perdagangan, saham HashKey hanya naik sekitar 3 persen meskipun perusahaan berhasil mengumpulkan dana besar melalui penawaran umum perdana (IPO). Namun, harga saham HashKey kemudian mengalami penurunan dan turun 0,15% menjadi USD 6.670 pada Rabu sore.
Melalui IPO, HashKey berhasil mengumpulkan dana sekitar 1,6 miliar dolar Hong Kong atau setara dengan Rp 3,43 triliun. Perusahaan menetapkan harga IPO di level 6,68 dolar Hong Kong per saham, mendekati batas atas kisaran harga yang dipasarkan antara 5,95 dolar Hong Kong hingga 6,95 dolar Hong Kong per saham. Respons pasar pada hari pertama perdagangan terbatas, dipengaruhi oleh gejolak pasar aset kripto global yang mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir.
Pencatatan saham HashKey terjadi di tengah penurunan harga mata uang kripto utama dunia. Meskipun kondisi tersebut, HashKey tetap optimis terhadap prospek industri aset digital, terutama di kawasan Asia. Perusahaan ini beroperasi di lingkungan regulasi Hong Kong yang dianggap lebih mendukung aset kripto, berbeda dengan China yang telah melarang mata uang kripto secara menyeluruh sejak 2021. Melihat tren pasar global, HashKey berharap dapat terus berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat di industri kripto.


