PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menerima fasilitas pinjaman senilai Rp 1 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) pada Jumat, 19 Desember 2025. Perjanjian tersebut mencakup fasilitas modal kerja sebesar Rp 850 miliar untuk kredit modal kerja dan fasilitas kredit investasi senilai Rp 150 miliar untuk kredit investasi. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor dua tahun dengan suku bunga efektif 7% per tahun untuk modal kerja dan tenor lima tahun dengan suku bunga efektif 7% per tahun untuk investasi.
Direktur PT Darma Henwa Tbk, Mukson Arif Rosyidi, menyatakan bahwa perjanjian fasilitas kredit tersebut akan berdampak positif pada kegiatan operasional dan kondisi keuangan perusahaan. Fasilitas kredit investasi akan digunakan untuk pembelian alat berat baru, sementara fasilitas kredit modal kerja akan digunakan untuk mengambil alih pekerjaan subkontraktor di proyek PT Kaltim Prima Coal dan mendukung proyek perusahaan ke depan.
Harga saham DEWA pada penutupan perdagangan Jumat, 19 Desember 2025, mengalami kenaikan sebesar 1,87% menjadi Rp 545 per saham. Saham DEWA dibuka naik 10 poin, dengan harga tertinggi mencapai Rp 550 per saham dan harga terendah Rp 515 per saham. Total frekuensi perdagangan mencapai 31.264 kali dengan volume perdagangan mencapai 6.425.614 saham dan nilai transaksi sebesar Rp 342,5 miliar.


