Ford telah memperkenalkan versi listrik dari salah satu nameplate terkenalnya, Bronco New Energy, tetapi hanya tersedia di pasar Cina. Langkah ini merupakan upaya Ford untuk bersaing dengan penjual mobil listrik terbesar di Cina seperti BYD, Nio, dan Jetour. Bronco New Energy tersedia dalam dua varian, yaitu sebagai SUV listrik konvensional dan mobil listrik jarak jauh dengan generator gas. Meskipun Bronco ini mirip dengan model Ford di Amerika Serikat, sebagian besar komponennya berasal dari mitra usaha patungan Ford di Cina, Jiangling Motors.
Mesin Bronco EREV didukung oleh mesin empat silinder turbocharged 1,5 liter dan baterai 43,7 kWh atau baterai 105 kWh pada model listrik. Fitur menarik dari Bronco ini, seperti atap yang bisa diangkat dan ergonomi yang baik, membuatnya menarik bagi konsumen di Cina, khususnya yang gemar berkemah di mobil mereka. Namun, ternyata terdapat beberapa kelemahan saat Bronco EREV digunakan secara off-road, termasuk kinerja mesin yang tidak cukup dalam mengisi kebutuhan mobil akan tenaga listrik.
Meskipun demikian, pengulas membayangkan bahwa Bronco EREV bisa menjadi pilihan menarik bagi konsumen Amerika yang mencari kendaraan yang ramah lingkungan. Meskipun belum dikonfirmasi apakah Bronco EREV akan dijual di pasar selain Cina, langkah Ford dalam mengembangkan mobil listrik yang khas dan kompetitif di China adalah langkah yang positif bagi perusahaan. Meskipun Ford mengalami beberapa kesulitan dalam rencana mobil listriknya, peluncuran Bronco New Energy menandakan upaya Ford untuk terus berinovasi di pasar mobil listrik yang semakin kompetitif.


