Film “Janur Ireng: Sewu Dino The Prequel” menawarkan sudut pandang baru bagi penonton yang telah menyaksikan film sebelumnya. Dalam film ini, penulis naskah Khalid Kashogi dan sutradara Kimo Stamboel berhasil mengeksplorasi cerita dengan fokus berbeda dari film “Sewu Dino”. Meskipun beberapa karakter masih hadir dalam film ini, seperti Rio Dewanto dan Karina Suwandi, namun cerita utamanya berpusat pada perjalanan Sabdo.
Menariknya, meskipun Sabdo menjadi pusat cerita, film ini juga tidak sepenuhnya menjawab berbagai pertanyaan atau misteri yang terdapat dalam semesta “Sewu Dino”. Pemilihan karakter dan eksekusi adegan horor dalam “Janur Ireng” dinilai lebih berani, terutama dalam penyajian adegan-adegan mencekam dan ritual yang gelap. Namun, kurangnya kesamaan suhu di antara para pemain serta beberapa kekurangan dalam perkembangan karakter membuat pengalaman menonton film ini dirasa kurang memuaskan.
Sebagai bagian dari “Sewu Dino” universe, film ini tetap menawarkan hiburan yang menegangkan bagi penggemar adegan kekerasan dan gore. Namun, agar cerita ini benar-benar bermakna sebagai prekuel atau sekuel yang utuh, konsistensi dalam pengembangan karakter dan hubungan antar tokoh perlu dibangun dengan lebih matang. Dengan demikian, film-film selanjutnya dalam semesta “Sewu Dino” dapat memberikan pengalaman yang lebih mendalam dan mampu menjawab berbagai pertanyaan yang muncul dalam pikiran penonton.


