Pelatih asal Spanyol tersebut membagikan strateginya untuk melawan Laskar Sambernyawa. Meskipun dia merasa kecewa karena Persik kebobolan pada saat injury time. Dia mengakui bahwa pertandingan tersebut tidaklah mudah, namun timnya berhasil mengendalikan permainan sepanjang pertandingan. Dalam pertandingan tersebut, dia menggunakan pola formasi fleksibel 4-4-2 dan 4-2-3-1 yang bisa berubah dengan cepat sesuai dengan situasi di lapangan.
Marcos Reina mengetahui bahwa Persis memiliki pemain seperti Gervane Kastaneer yang sangat kuat di posisi penyerang. Dia sangat waspada terhadap pergerakan Kastaneer yang bisa membahayakan pertahanan timnya baik dalam duel satu lawan satu maupun dalam kerja sama dengan rekan setimnya. Pelatih ini menegaskan bahwa timnya harus menjaga dengan ketat dan mengganggu Kastaneer agar tidak berhasil mencetak gol dalam pertandingan tersebut.


