Analis senior Bloomberg, Mike McGlone, membuat prediksi menarik tentang masa depan Bitcoin. Dalam unggahan terbarunya di media sosial, McGlone memperingatkan potensi penurunan harga aset kripto terbesar di dunia tersebut. Menurut McGlone, Bitcoin tidak akan stabil di level USD 50.000 sebagai support tetapi kemungkinan akan turun lebih dalam. Dia bahkan menyampaikan prediksi bahwa Bitcoin bisa mencapai USD 10.000 pada tahun 2026.
McGlone meyakini bahwa tahun 2025 akan menjadi puncak siklus Bitcoin dan kripto secara umum. Setelah itu, pasar berpotensi mengalami koreksi besar yang disebutnya sebagai reversion to the mean atau kembali ke rata-rata historis. Target koreksi yang dia sebutkan bahkan cukup ekstrim, yaitu di kisaran USD 10.000 per Bitcoin.
Alasan di balik target USD 10.000 tersebut adalah karena McGlone melihat harga Bitcoin sebelum euforia spekulatif pasca-2020. Menurutnya, lonjakan harga Bitcoin dalam beberapa tahun terakhir sebagian besar dipicu oleh likuiditas global yang berlebihan. Penurunan ke level USD 10.000 dianggapnya sebagai proses “kembali ke kondisi normal” karena harga Bitcoin saat ini dianggap terlalu tinggi dibandingkan dengan nilai fundamentalnya.
Penting untuk diingat bahwa setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pembaca sendiri. Sebaiknya lakukan analisis mendalam sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang dapat timbul dari keputusan investasi.


