Key Performance Indicators (KPI) merupakan sistem manajemen yang penting dalam meningkatkan visi dan misi perusahaan. KPI digunakan untuk mengevaluasi dan mengontrol kinerja individu atau kelompok dalam perusahaan. Secara luas, KPI adalah alat untuk mengambil keputusan dan menilai berbagai kegiatan perusahaan. Penggunaan KPI sangat diperlukan dalam manajemen perusahaan karena bisa memberikan representasi terhadap seluruh proses bisnis perusahaan.
Terdapat beberapa definisi KPI dari para ahli seperti David Parmenter, Jacques Warren, Jyoti Banerjee & Cristina Bueti, dan Gabčanová Iveta. KPI dapat berupa indikator keuangan dan non-keuangan. KPI keuangan berkaitan dengan pengukuran keuangan perusahaan, sedangkan KPI non-keuangan berfokus pada performa kerja dan indikator pengaruh dalam industri bisnis perusahaan.
Contoh KPI keuangan meliputi laba kotor, laba bersih, margin laba kotor, dan rasio lancar. Sedangkan contoh KPI non-keuangan meliputi perputaran tenaga kerja, metriks kepuasan pelanggan, rasio pelanggan berulang, dan pangsa pasar. Dalam pengukuran KPI, diperlukan faktor SMART yaitu Spesifik, Measurable, Attainable, Relevant, dan Time-Based untuk menentukan strategi perusahaan secara maksimal dan terarah.
Dengan pemahaman yang baik tentang KPI, perusahaan dapat mengoptimalkan strategi bisnisnya. KPI menjadi kunci utama keberhasilan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Oleh karena itu, penting bagi individu yang bekerja di berbagai industri perusahaan/organisasi untuk memahami sistem KPI dengan baik.


