Perayaan tahun baru tidak hanya mengandung tradisi kembang api, tetapi juga tradisi khas lainnya dari berbagai belahan dunia. Di Indonesia, perayaan tahun baru sering kali diisi dengan bakar-bakaran makanan bersama keluarga atau teman terdekat sebagai simbol kebersamaan. Namun, di negara-negara lain, terdapat tradisi unik yang turun-temurun dan sarat makna.
Spanyol dan sejumlah negara di Amerika Latin, misalnya, memiliki tradisi memakan 12 butir anggur tepat saat jarum jam menunjukkan pukul 12 malam. Setiap butir anggur melambangkan bulan dalam setahun dan menandai pergantian tahun dengan harapan keberuntungan. Di Yunani, ada tradisi menghidangkan Vasilopita, roti khas yang mengandung koin tersembunyi sebagai lambang keberuntungan.
Masyarakat Jerman memiliki tradisi Bleigießen, yaitu melelehkan timah lalu menenggelamkannya dalam air dingin untuk melihat bentuk yang mengeras sebagai petunjuk nasib tahun mendatang. Negara-negara Amerika Latin seperti Brasil, Kolombia, dan Meksiko memiliki tradisi menarik lainnya, seperti mengenakan pakaian putih untuk spiritual cleansing atau berjalan berkeliling rumah sambil membawa koper kosong sebagai simbol harapan akan petualangan baru.
Denmark memiliki tradisi unik dengan melempar piring yang telah dikumpulkan sepanjang tahun ke pintu rumah orang lain. Pecahan piring dianggap sebagai simbol keburukan yang dibuang untuk menyambut keberuntungan baru. Semakin banyak piring yang pecah di depan pintu, semakin besar keberuntungan yang akan datang. Tradisi-tradisi unik ini menjadi bagian dari keragaman perayaan tahun baru di seluruh dunia.


