Bitcoin mengalami tekanan dan turun di bawah level USD 90.000 setelah ketegangan geopolitik meningkat akibat aksi militer AS di Venezuela. Harga kripto terbesar dunia itu mencerminkan volatilitas tinggi di tengah kekhawatiran konflik yang lebih luas dan ketidakpastian pasar global. Data TradingView menunjukkan Bitcoin mencapai level tertinggi di kisaran USD 90.940 di bursa Bitstamp sebelum mengalami tekanan jual setelah serangan udara di Caracas.
Presiden AS Donald Trump melalui Truth Social mengumumkan penangkapan dan penggulingan presiden Venezuela, yang menambah gejolak pasar. Namun sejumlah pelaku pasar kripto menilai koreksi tersebut bersifat sementara. Analis @Wealthmanager menilai tekanan jual jangka pendek meningkat, namun prospek Bitcoin masih positif dengan target USD 96.000 hingga USD 100.000 dalam beberapa pekan ke depan. Mereka juga menyoroti kontrak berjangka Bitcoin di CME Group yang ditutup di atas USD 90.000 pekan lalu, sebagai sinyal teknikal positif. Perlu diingat bahwa keputusan investasi ada di tangan pembaca, selalu lakukan analisis sebelum melakukan transaksi kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian dari keputusan investasi.


