Keterkaitan antara harga emas dan Bitcoin selalu menarik perhatian pasar keuangan. Meskipun harga Bitcoin terlihat menguat, bukan berarti permintaan terhadap mata uang kripto ini melemah. Untuk mempertahankan reli itu perlu pemicu tambahan yang mampu menembus tekanan lindung nilai atau perubahan posisi pasar yang signifikan.
Hubungan antara emas dan Bitcoin adalah nyata, meskipun tidak dalam hubungan langsung satu banding satu. Narasi dual bull biasanya efektif ketika kedua aset tersebut merespons faktor dasar yang sama. Biasanya, saat kepercayaan terhadap mata uang fiat melemah atau likuiditas global longgar, emas akan bergerak lebih dulu sebelum Bitcoin mengikutinya.
Keberlanjutan reli dual bull ini ditentukan oleh tiga faktor utama. Pertama, risiko kebijakan yang tinggi terutama terkait kredibilitas bank sentral. Kedua, volatilitas Bitcoin harus mampu keluar dari tekanan lindung nilai di pasar derivatif. Ketiga, apakah kondisi likuiditas global akan tetap ketat atau mulai melonggar.
Secara praktis, reli ini dapat dilihat sebagai reli penyimpan nilai dengan dua laju. Emas berfungsi sebagai pelindung cepat terhadap risiko geopolitik dan kebijakan dengan volatilitas yang lebih rendah. Sementara Bitcoin mengikuti tren, dipengaruhi oleh mekanisme ETF dan derivatif.
Apabila faktor-faktor tersebut berada dalam keseimbangan, reli dual bull memiliki potensi untuk berkembang menjadi tren makro yang lebih stabil. Namun, jika tidak, pasar mungkin akan melihat harga emas tetap kuat sementara Bitcoin bergerak fluktuatif dalam rentang yang terbatas.


