Roby Tremonti, yang tengah diterpa isu kekerasan dan child grooming, mengekspresikan keheranannya karena tidak pernah ada laporan ke polisi terkait tuduhan tersebut. Menurutnya, tudingan serius seperti pemerkosaan dan kekerasan seksual seharusnya ditindaklanjuti melalui proses hukum yang sah. Ketidakhadiran laporan resmi kepada pihak berwenang membuatnya merasa heran, terutama karena isu tersebut terus disoroti di ruang publik dan media sosial.
Roby Tremonti menjadi perbincangan publik setelah dikaitkan dengan buku Aurelie Moeremans berjudul “Broken Strings”, yang mengangkat kisah kelam yang dirujuk sebagai pengalaman pribadi penulis. Meskipun tanpa menyebutkan nama secara eksplisit, opini publik cenderung menyorot Roby, memicu gelombang tuduhan yang terus berkembang.
Dalam upaya membersihkan reputasinya yang dinodai oleh tuduhan tak berdasar, Roby mengklarifikasi bahwa narasi yang dibangun lebih berdasarkan asumsi daripada proses hukum. Ia menegaskan ketidaksetujuannya terhadap tuduhan yang tidak diajukan melalui jalur yang sah, menyoroti ketiadaan penanganan hukum terhadap dugaan tersebut.
Roby juga mempertanyakan mengapa isu kekerasan tidak pernah diproses secara hukum dan mengungkap sedikit tentang hubungan pernikahannya dengan Aurelie Moeremans, yang selama ini kurang dikenal publik. Keterbukaan Roby membawa kisah tentang perpisahan mereka tanpa melalui proses hukum yang resmi, baik di tingkat negara maupun agama. Selain itu, ia juga membantah menerima surat resmi terkait pembatalan pernikahan atau annulment yang sempat beredar, menegaskan bahwa kisah tersebut memiliki sisi yang belum terungkap sepenuhnya.


