Polemik seputar buku memoar Broken Strings karya Aurelie Moeremans terus bergulir dan menimbulkan beragam respons publik. Salah satu suara yang menarik datang dari Tengku Zanzabella, yang berpendapat bahwa Roby Tremonti tidak seharusnya dipandang sebagai sosok buruk tanpa bukti yang kuat. Aurelie Moeremans secara tersirat mengungkapkan pengalaman masa lalunya dengan sosok pria yang disebut “Bobby”, yang banyak dispekulasikan merujuk pada Roby Tremonti. Tengku Zanzabella memperingatkan bahwa menuding seseorang tanpa bukti yang jelas dapat menciptakan ketidakadilan, meskipun empati terhadap korban tetap penting. Menjaga prinsip kehati-hatian dan asas praduga tak bersalah sangatlah dibutuhkan dalam situasi seperti ini. Lebih lanjut, Zanzabella juga menyatakan bahwa menilai kesalahan seseorang seharusnya menjadi kewenangan hukum, bukan opini publik. Ia menekankan perlunya melihat konteks hubungan masa lalu Aurelie secara lebih luas dan objektif, serta menyerukan pentingnya klarifikasi hukum sebelum menarik kesimpulan terburu-buru.


