Tuesday, February 17, 2026
HomeOtomotifPerusahaan Induk Volvo: Produksi Baterai Solid-State

Perusahaan Induk Volvo: Produksi Baterai Solid-State

Baterai solid-state, yang sering dianggap sebagai tujuan utama dalam bidang penyimpanan energi, semakin mendekati kenyataan setiap harinya. Geely, perusahaan induk Volvo, sedang mempercepat pengembangan sel solid-state miliknya. Paket baterai pertama yang selesai sudah akan diuji dalam kendaraan pada tahun ini, menurut laporan dari media China 21 Finance. Namun, bukan berarti konsumen bisa langsung memesan mobil listrik dengan baterai solid-state tahun ini, karena mobil pertama yang akan menggunakan teknologi tersebut adalah kendaraan uji. Geely hanya menjual mobilnya di Eropa dan Australia, bukan di Amerika Serikat.

Geely adalah perusahaan besar yang memiliki merek terkenal seperti Lotus, Zeekr, Lynk & Co, selain Volvo. Oleh karena itu, tidak mengejutkan jika suatu saat salah satu dari merek tersebut akan menawarkan baterai solid-state untuk mobil listrik mereka. Sejak tahun 2010-an, raksasa otomotif China ini telah mengembangkan teknologi baterai secara in-house, dengan fokus pada sel lithium iron phosphate (LFP) dan sel solid-state. Sel eksperimental tanpa cairan yang diklaim oleh perusahaan ini memiliki densitas energi sekitar 400 watt-jam per kilogram (Wh/kg), yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan baterai lithium-ion saat ini.

Baterai solid-state tidak hanya mampu menyimpan energi lebih besar, tetapi juga menjanjikan pengisian yang lebih cepat dan tingkat keamanan yang lebih tinggi. Baterai ini memiliki risiko thermal runaway yang lebih rendah dibanding baterai konvensional ber-elektrolit cair. Geely tidak sendiri dalam inisiatif investasi ini, banyak perusahaan lain seperti Dongfeng, SAIC, Chery, Mercedes-Benz, Stellantis, dan BMW juga terlibat dalam pengembangan baterai solid-state. Meskipun ada klaim dari Donut Labs dari Finlandia bahwa mereka telah mengembangkan baterai solid-state pertama di dunia yang siap diproduksi, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab terkait klaim tersebut.

Mayoritas perusahaan yang terlibat dalam teknologi baterai solid-state memperkirakan unit produksi pertama baru akan hadir di pasar pada tahun 2027. Hal ini disebabkan oleh kompleksitas proses manufaktur elektrolit padat, yang membuat produk tersebut rentan terhadap kerusakan. Kesimpulannya, meskipun baterai solid-state menjanjikan kemajuan besar dalam dunia otomotif, masih diperlukan waktu dan pengembangan lebih lanjut sebelum teknologi ini siap untuk diaplikasikan secara massal.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler