PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) memiliki komitmen kuat untuk menjadikan Kawasan Industri Krakatau sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Direktur Utama Krakatau Steel, Akbar Djohan, menegaskan hal ini dalam acara Krakatau Industrial Business Gathering 2026. Langkah strategis ini dilakukan untuk menarik investasi global dan mengubah kawasan tersebut menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Djohan menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun kawasan industri yang kompetitif dan memberikan pelayanan terbaik bagi para penyewa dan investor.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI periode 2020-2024, Sandiaga Salahuddin Uno, juga memberikan pandangan strategis mengenai kebijakan ekonomi dan peluang ekspansi industri nasional di tahun 2026. Sandiaga menegaskan bahwa ekonomi Indonesia tetap stabil dengan pertumbuhan diatas 5 persen. Melihat daya saing kawasan industri yang semakin meningkat, hal ini membuka peluang investasi yang lebih luas. Menurutnya, kawasan industri adalah motor penggerak ekonomi nasional yang berkontribusi besar terhadap PDB, penciptaan lapangan kerja, dan ekspor nonmigas. Dengan kondisi PMI manufaktur yang ekspansif di tahun 2026, Sandiaga menekankan pentingnya menjadi pelaku pertama dalam berinvestasi daripada hanya menunggu.
Sandiaga juga menyoroti pentingnya integrasi konsep Special Economic Zone (SEZ) dan Green Economy dalam masa depan kawasan industri. Dukungan terhadap energi terbarukan, konektivitas logistik yang efisien, dan prinsip keberlanjutan dianggap sebagai syarat mutlak untuk menarik minat investor global. Keberlanjutan harus menjadi nilai tambah bagi bisnis dengan cara berbuat baik dan tetap menguntungkan. Melalui inovasi, adaptasi, dan kolaborasi, kawasan industri diharapkan bisa menjadi ekosistem unggulan yang tidak hanya menarik investasi berkualitas, tetapi juga memperkuat basis ekspor nasional.


