Tuesday, February 17, 2026
HomeOtomotifEvolusi Radikal: Jaguar Tetap Andalkan Mesin Bensin?

Evolusi Radikal: Jaguar Tetap Andalkan Mesin Bensin?

Jaguar telah resmi mengakhiri produksi model berbahan bakar mesin pembakaran internal (ICE) setelah F-Pace terakhir diproduksi di pabrik Solihull, Inggris bulan lalu. Sejak mengumumkan rencana untuk beralih ke kendaraan listrik, Jaguar telah berkomitmen untuk meninggalkan ICE setelah 90 tahun produksi. Meskipun di sisi lain, kabar muncul bahwa mobil konsep Type 00 masih dapat dilengkapi dengan mesin pembakaran sebagai generator untuk menambah jarak tempuh listrik. Hal ini dikarenakan kekhawatiran terkait jarak tempuh Type 00 yang disebut semakin meningkat, meskipun angka jarak tempuh sudah mencapai 770 km menurut WLTP dan 692 km menurut EPA.

Laporan terbaru dari The Times juga menyebut bahwa versi Type 00 dengan mesin pembakaran sebagai range extender mungkin tidak hadir saat peluncuran bersama dengan versi EV standar. Meski Jaguar Land Rover (JLR) menolak berkomentar, keputusan untuk mengeksplorasi EREV muncul saat pengembangan model sudah jauh. Meskipun ada penolakan dan bantahan terhadap laporan The Times, kemungkinan adanya pengembangan model dengan mesin bensin sebagai pemanjang jarak tempuh tetap tidak bisa diabaikan.

Meski ada potensi perubahan strategi, Jaguar nampaknya mempertahankan komitmen untuk menjadi merek otomotif mewah khusus listrik. Dengan demikian, kemungkinan harga opsi pemanjang jarak tempuh lebih tinggi dari versi listrik standar yang diperkirakan sekitar $120.000. Meskipun masih dini untuk memastikannya, Jaguar sedang mengembangkan opsi penggerak yang mungkin termasuk pemanjang jarak tempuh untuk memenuhi kebutuhan pasar yang semakin menuntut akan mobil listrik.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler