Pada akhir Januari 2026, Komisaris PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), Andrew Philip Starkey membeli 300.000 saham MDKA dengan tujuan investasi. Harga saham yang dibeli adalah Rp 3.078 per saham, dengan total nilai pembelian sekitar Rp 923,40 juta. Pembelian saham ini dilakukan di bawah harga pasar, di mana pada penutupan perdagangan saham tanggal 22 Januari 2026, harga saham MDKA berada di kisaran Rp 3.270 per saham.
Setelah transaksi tersebut, Andrew Philip Starkey kini memiliki 2.931.700 saham MDKA, atau setara dengan 0,012% kepemilikan. Sebelumnya, ia memiliki 2.631.700 saham MDKA, setara dengan 0,011% kepemilikan. Lebih lanjut, pada penutupan perdagangan saham tanggal 26 Januari 2026, harga saham MDKA mengalami kenaikan menjadi Rp 3.420 per saham, dengan kenaikan harga mencapai 4,6% dalam lima hari terakhir.
Di sisi lain, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatat penurunan pendapatan dan berhasil menekan rugi hingga September 2025. Pendapatan Merdeka Copper Gold turun 23%, namun rugi berhasil ditekan hingga 48,15% pada kuartal III 2025. Meskipun demikian, Merdeka berhasil mencatat EBITDA sebesar USD 295 juta, yang mengalami peningkatan sebanyak 33% secara Year-on-Year (YoY).
Albert Saputro, Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, menyatakan bahwa kinerja perusahaan tersebut mencerminkan kekuatan portofolio yang terdiversifikasi serta fokus pada profitabilitas dan kualitas eksekusi. Hal ini didukung oleh kenaikan harga jual rata-rata emas, peningkatan margin emas, serta efisiensi biaya yang terimplementasi dengan baik di seluruh rantai nilai nikel Merdeka yang terintegrasi.


