Dalam 24 jam terakhir, harga bitcoin (BTC) mengalami penurunan, menambah tekanan pada pasar kripto yang sebelumnya juga mengalami koreksi tajam pada bulan Januari 2026. Data dari Coinmarketcap.com menunjukkan bahwa harga Bitcoin, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, turun 1,98% dalam kurun waktu tersebut. Penurunan harga Bitcoin dalam seminggu terakhir mencapai 12,79%, dengan harga saat ini berada di sekitar USD 76.825,71 atau sekitar Rp 1,28 miliar.
Sementara itu, harga Ethereum (ETH) juga turun 6,71% dalam 24 jam terakhir, dengan penurunan sebesar 22,96% dalam seminggu terakhir. Harga Ethereum saat ini berada di posisi sekitar USD 2.242 atau sekitar Rp 37,64 juta.
Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan turun 4,01% dalam 24 jam terakhir, mencapai total USD 2,55 triliun atau sekitar Rp 42.817 triliun.
Panji Yudha, seorang ahli keuangan dari Ajaib, menyoroti bahwa pasar kripto memulai tahun dengan tantangan besar, terutama bagi Bitcoin yang mengalami penurunan harga sebesar 10,17% pada Januari 2026. Ethereum juga mengalami kinerja yang menurun lebih dari Bitcoin, dengan penurunan harga sebesar 17,52% dan ditutup pada level USD 2.445 setelah sempat mencapai USD 2.967 pada awal sesi.
Penunjukan Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve yang menggantikan Jerome Powel oleh Presiden Donald Trump memicu aksi jual dalam pasar kripto. Hal ini memperkuat posisi dolar AS dan meredakan kekhawatiran pasar terhadap independensi bank sentral, yang berdampak negatif pada daya tarik Bitcoin.


