Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Lianawaty Suwono, menambah kepemilikan saham BCA pada akhir Januari 2026. Ia membeli 300.000 saham BBCA dengan harga Rp 7.025 per saham, total transaksi mencapai Rp 2,10 miliar. Setelah transaksi tersebut, Lianawaty kini menggenggam 3,14 miliar saham BCA, atau 0,0025% saham. Sebelumnya, kepemilikannya adalah 2,84 miliar saham, setara dengan 0,0023%. Pada 31 Januari 2026, harga saham BCA naik 2,78% menjadi Rp 7.400 per saham. Saham tersebut diperdagangkan dengan total frekuensi 111.138 kali dan volume 6.369.320 saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,7 triliun. Tujuan dari transaksi tersebut adalah untuk investasi dengan status kepemilikan langsung. Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kedudukan kepemilikan saham BCA oleh Direktur BCA, Lianawaty Suwono.


