Penyanyi muda populer, Billie Eilish, menuai kontroversi setelah menyampaikan pidato politis di Grammy Awards 2026. Setelah menerima penghargaan Song of the Year, Eilish berbicara tentang sejarah Amerika Serikat yang menyentuh topik penindasan dan perebutan tanah dari warga suku Indian. Pernyataannya tentang tidak ada yang ilegal di tanah curian dianggap blunder oleh banyak netizen, yang menyoroti bahwa Eilish memiliki rumah pribadi sendiri bersama abangnya, Finneas O’Connell. Hal ini memicu komentar julid dan tudingan bahwa Eilish seharusnya mengembalikan rumahnya kepada suku Indian.
Reaksi netizen terhadap pidato Eilish mencuat di media sosial, di mana mereka menyuarakan pendapat bahwa jika tanah di Amerika Serikat memang dicuri, maka Eilish dan abangnya seharusnya menyerahkan rumah dan lahan mereka kepada suku Indian atau imigran yang membutuhkan. Meskipun pidato Eilish dilakukan dalam konteks gerakan solidaritas dengan beberapa musisi lain dalam protes terhadap kebijakan imigrasi di Amerika Serikat, namun reaksi publik terhadap pernyataannya tetap beragam.
Tidak hanya berfokus pada kontroversi pidato Eilish, beberapa laporan media juga menyoroti kepemilikan properti dari Eilish dan Finneas O’Connell. Informasi tersebut memberikan konteks lebih lanjut mengenai kesenjangan antara pernyataan publik dari selebriti dan realitas hidup mereka. Dalam konteks gerakan solidaritas dengan para musisi lain, Eilish tampak mengenakan pin bertuliskan ICE Out sebagai bentuk protes terhadap kebijakan imigrasi yang kontroversial. Aksi tersebut menunjukkan bahwa Eilish memiliki keyakinan politik yang kuat, namun juga menimbulkan pertanyaan tentang kesesuaian tindakan dengan kepemilikan propertinya.


