Kapitalisasi pasar kripto mengalami penurunan hampir USD 500 miliar dalam kurun waktu kurang dari seminggu terakhir. Penurunan ini dipicu oleh aksi jual yang dipimpin oleh bitcoin (BTC). Menurut data CoinGecko yang dikutip dari Yahoo Finance, nilai pasar kripto turun hingga USD 467,6 miliar atau setara dengan Rp 7.851,04 triliun jika menggunakan asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah sekitar 16.790. Harga bitcoin sendiri sempat mencapai titik terendah dalam 15 bulan di Amerika Serikat, sebesar USD 72.877 sebelum mengalami kenaikan dan diperdagangkan sekitar USD 76.600 pada 4 Februari 2026.
Penurunan signifikan ini terjadi meskipun pemerintahan Amerika Serikat yang dipimpin oleh Donald Trump terbilang lebih ramah terhadap kripto, dengan adopsi institusional yang semakin meningkat. Namun, bitcoin telah turun sekitar 40% sejak mencapai rekor tertinggi pada Oktober lalu. Hal ini diikuti oleh likuidasi besar-besaran pada tanggal 10 Oktober yang menghapus USD 19 miliar atau sekitar Rp 318,94 triliun dari taruhan token leverage, dan hingga saat ini belum pulih sepenuhnya di pasar kripto global. Analis di BTC Markets, Rachael Lucas, mengatakan bahwa sentimen pasar saat ini masih berhati-hati dan defensif, namun laju penjualan telah melambat dibandingkan dengan penutupan pasar AS. Meskipun demikian, Bitcoin turun di bawah level USD 73.000 dan telah memicu ketakutan ekstrem di kalangan pelaku pasar kripto.


