Perekrutan Walisson Maia oleh Arema FC didasarkan pada kebutuhan mendesak tim, terutama di sektor pertahanan. Menurut General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, setelah melalui proses evaluasi bersama tim pelatih, mereka menyimpulkan bahwa lini belakang membutuhkan tambahan pemain dengan karakter dan pengalaman. Meskipun usianya sudah 34 tahun, pengalaman yang panjang menjadi alasan utama dalam kedatangan Walisson. Bek berpostur tinggi 187 cm ini diyakini tidak akan kesulitan beradaptasi, terutama karena sebelumnya pernah bekerja sama dengan pelatih Marcos Santos di klub Brasil, Coritiba, antara tahun 2012 dan 2014. Walisson yang mulai membangun karier profesionalnya saat itu merasa senang dengan tawaran dari Arema FC. Selain itu, ia juga merasa sudah memahami gaya bermain yang diinginkan oleh sang pelatih. Keberadaan sejumlah pemain asing asal Brasil di tim Arema FC juga menjadi faktor pendukung dalam proses adaptasi Walisson.


