Musim ini menjadi periode yang menegangkan bagi pasar kripto, dengan siklus bearish yang terjadi serta banyak perusahaan yang mengalami penutupan dan pemutusan hubungan kerja. Beberapa bursa kripto terkemuka seperti Bit.com dan platform aplikasi terdesentralisasi DappRadar mengumumkan penutupan, sementara OKX dan Polygan Labs memutuskan untuk melakukan pemangkasan staf dalam restrukturisasi global mereka. Namun, yang mengejutkan adalah perusahaan kripto besar TrustToken, yang kemudian berganti nama menjadi Archblock LLC, telah mengajukan kebangkrutan chapter 11. Hal ini diungkapkan melalui Yahoo Finance pada Rabu (11/2/2026).
TrustToken didirikan pada tahun 2017 dan berhasil meluncurkan stablecoin TrueUSD (TUSD) pada tahun 2018 serta protokol pinjaman tanpa jaminan TrueFi pada 2020. Pada tahun 2022, perusahaan tersebut berganti nama menjadi Archblock LLC dengan fokus membawa modal institusional dan manajemen aset tradisional ke dalam keuangan terdesentralisasi (DeFi).
Pada tanggal 6 Februari, Archblock mengajukan perlindungan kebangkrutan bab 11 di Pengadilan Kebangkrutan AS untuk Distrik Delaware setelah melaporkan kewajiban lebih dari USD 100 juta dibandingkan dengan aset hanya sekitar USD 10 juta. Kebangkrutan bab 11 adalah proses hukum yang memungkinkan bisnis atau individu yang tidak mampu membayar utangnya untuk melakukan reorganisasi tanpa harus menutup usaha. Tujuan utamanya adalah memberikan waktu dan struktur bagi perusahaan untuk memperbaiki keuangan mereka sambil tetap beroperasi.
Dalam pengajuan kebangkrutannya, Archblock menyebutkan enam entitas debitur yang terlibat, termasuk Archblock LLC, Archblock (Kepulauan Cayman), TrueCoin LLC, TrueCoin II, LLC, TrustToken, Inc., dan TrueTrading 1 GP LLC. Hal ini menjadi sorotan dalam dunia kripto dan menunjukkan bahwa meskipun industri kripto berkembang pesat, namun masih hadir tantangan yang perlu dihadapi.


