Kuning telur seringkali dihindari oleh sebagian orang karena dianggap dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Namun, seorang ahli jantung asal Dehli, Dr. Alok Chopra, menyarankan agar masyarakat tidak menyia-nyiakan kuning telur. Menurutnya, mengonsumsi putih telur tanpa kuningnya dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti peradangan kronis dan kekurangan nutrisi. Chopra menjelaskan bahwa kuning telur bukan hanya sebagai penambah rasa, tetapi juga sebagai penyeimbang biologis. Ia mengungkap bahwa protein dalam putih telur, jika dikonsumsi tanpa kuningnya, dapat memicu peradangan pada sebagian orang.
Tidak hanya itu, Chopra juga menegaskan bahwa kuning telur memiliki manfaat kesehatan yang penting. Ia menyatakan bahwa kuning telur mengandung nutrisi penting seperti vitamin esensial, lemak sehat, dan protein lengkap yang dibutuhkan oleh tubuh. Dr. Alok Chopra juga membantah mitos seputar kolesterol yang ada dalam telur. Menurutnya, sebagian besar kolesterol dalam tubuh manusia diproduksi oleh tubuh sendiri dan bukan berasal dari makanan. Oleh karena itu, membuang kuning telur sebenarnya dapat membuat seseorang kehilangan manfaat nutrisi yang terdapat di dalamnya, seperti protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral penting lainnya.
Dalam penelitiannya, Chopra juga menyinggung risiko-risiko yang dapat timbul akibat pola makan tanpa kuning telur, seperti gangguan usus, keracunan makanan, kekurangan biotin, serta radang sendi. Ia menekankan bahwa kolesterol dalam telur tidak selalu berdampak negatif pada kesehatan dan bahwa kuning telur merupakan sumber nutrisi yang kaya akan manfaat bagi tubuh. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih memahami dan tidak takut mengonsumsi kuning telur, karena sesungguhnya kuning telur memiliki manfaat kesehatan yang signifikan.


