Film drama olahraga terbaru Marty Supreme merupakan kisah terinspirasi dari kehidupan legenda tenis meja Amerika Serikat, Marty Reisman. Disutradarai oleh Josh Safdie, film ini mengikuti perjalanan Marty Mauser (diperankan oleh Timothee Chalamet), seorang pemuda di New York pada tahun 1950-an yang bercita-cita menjadi pemain tenis meja terbaik di dunia.
Sinopsis Marty Supreme berlatar di Lower East Side, New York pada tahun 1952, di mana Marty Mauser (Timothée Chalamet) bekerja di toko sepatu pamannya. Dibalik rutinitasnya, Marty memiliki obsesi untuk menjadi pemain tenis meja terbaik di dunia. Meski sering diremehkan, ia membuktikan bakatnya dengan keputusannya untuk mengejar mimpi tampil di kejuaraan British Open di London dan mencuri uang pamannya untuk pergi ke Eropa.
Di Eropa, Marty terlibat dalam lingkaran elite yang penuh intrik. Ia menggunakan hubungannya dengan miliarder eksentrik dan terjebak dalam hubungan terlarang. Namun, ketika ia kembali ke New York, ia kembali dengan ego yang lebih besar dan masalah yang lebih rumit karena keyakinannya bahwa segala cara boleh digunakan untuk mencapai ambisinya.
Selain menyoroti dunia olahraga, Marty Supreme juga mengeksplorasi kehidupan pribadi Marty, termasuk hubungan asmara dengan sosialita kaya raya, Kay Stone (diperankan oleh Gwyneth Paltrow), yang juga menjadi sponsor dan kekasih gelapnya. Disutradarai oleh Josh Safdie, film ini menghadirkan cerita yang terinspirasi dari kehidupan Marty Reisman, legenda tenis meja Amerika Serikat yang dikenal sebagai “penyihir pingpong”.
Marty Supreme menjadi salah satu film yang bersaing dalam ajang penghargaan tahun ini dengan masuk sembilan nominasi Piala Oscar 2026, termasuk Best Picture, Best Director, dan Best Actor. Film ini tayang mulai 25 Februari di bioskop Indonesia.


