Wednesday, April 15, 2026
HomeShowbizPemilik Bioskop Menolak Merger Paramount dan Warner Bros: Analisis Mendalam

Pemilik Bioskop Menolak Merger Paramount dan Warner Bros: Analisis Mendalam

Cinema United, organisasi perdagangan pemilik bioskop, dengan tegas menolak rencana merger antara Paramount dan Warner Bros. Discovery (WBD). Hal tersebut disampaikan Presiden dan CEO Cinema United, Michael O’Leary, yang mengingatkan bahwa konsolidasi studio besar seperti ini akan berdampak buruk bagi industri film, terutama dalam hal produksi film. O’Leary menegaskan bahwa konsolidasi studio dalam sejarahnya selalu mengakibatkan penurunan produksi film, dan saat ini tidak ada alasan untuk percaya bahwa hal tersebut akan berbeda dalam kasus ini.

Pernyataan ini muncul setelah Paramount mengonfirmasi detail kesepakatan senilai US$110 miliar tersebut. Meskipun Paramount berjanji akan berinvestasi dalam kreativitas studio dan memproduksi setidaknya 15 film teatrikal per tahun dari masing-masing studio, banyak pihak di industri meragukan kesepakatan tersebut. Sulit bagi entitas gabungan mengatur jadwal tayang agar film-film mereka tidak bersaing satu sama lain dalam kalender yang terbatas. Selain itu, pemilik bioskop juga menentang merger WBD dengan Netflix karena kekhawatiran akan pemangkasan jendela tayang bioskop yang berpotensi memengaruhi jumlah kunjungan ke bioskop.

Meskipun merger dengan Paramount dianggap lebih “tradisional” daripada dengan Netflix, kekhawatiran terhadap penurunan produksi film tetap menjadi perhatian utama. Cinema United seharusnya memberikan suara dalam dengar pendapat antimonopoli di Senat pekan depan, namun agenda tersebut dibatalkan setelah perubahan arah akuisisi WBD dari Netflix ke Paramount. Dengan demikian, posisi Cinema United dalam menolak merger antara Paramount dan Warner Bros. Discovery tetap tegak sebagai langkah untuk menjaga kelestarian industri film dan bioskop.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler