Di industri real estate, penjualan pra-penjualan pada tahun 2025 telah mencapai Rp 5,32 triliun, yang setara dengan 85% dari target tahunan. Permintaan atas rumah tapak, baik dalam segmen terjangkau maupun premium, telah menjadi kontributor utama dengan porsi sebesar 72% dari total penjualan pra-penjualan. Minat yang tinggi dari pembeli rumah pertama (first-time homebuyers) dan pengguna akhir menjadi faktor utama dalam pencapaian ini.
Kinerja real estate LPKR sepanjang tahun 2025 didukung oleh peluncuran Park Serpong fase 4–6 dan produk Treetops Livin. Proyek-proyek ini ditujukan untuk segmen mass-market dan menengah, serta memperkuat posisi perusahaan di pasar rumah tapak.
Pendapatan dari segmen real estate mencapai Rp 7,67 triliun, tumbuh sebesar 52% secara tahunan (year-on-year). Pertumbuhan ini didorong oleh pengiriman unit residensial dan komersial yang dilakukan tepat waktu. EBITDA dari segmen ini mencapai Rp 1,15 triliun berkat efisiensi operasional dan pelaksanaan proyek yang efektif.
Di sisi lain, segmen lifestyle—yang meliputi bisnis mal dan hotel—mencatat pendapatan sebesar Rp 1,37 triliun. Laba kotor meningkat sebesar 6% menjadi Rp 1,03 triliun dan EBITDA naik 16% YoY menjadi Rp 448 miliar, didukung oleh peningkatan sewa dari penyewa dan optimisasi biaya.


