Pergantian nakhoda di Semen Padang tidak berhasil meningkatkan performa tim tersebut. Dejan Antonic hanya mampu meraih tiga kemenangan dan empat kali seri dari 16 pertandingan yang dijalani, sementara sembilan pertandingan lain berakhir dengan kekalahan. Defisit gol yang signifikan terjadi selama kepemimpinan Antonic, dengan tim hanya mencetak 14 gol dan kebobolan 29 gol, mengumpulkan total 13 poin tambahan.
Setelah bermain imbang dengan PSIM, Semen Padang terdampar di posisi ke-17 dalam klasemen sementara, terperangkap dalam zona degradasi. Meskipun diberi kewenangan untuk merekrut pemain baru pada putaran kedua, terutama legiuner asing, upaya perombakan ini tidak mampu meningkatkan penampilan tim.
Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai pengganti Dejan Antonic sebagai pelatih Semen Padang.


