Perdagangan saham pada 2-6 Maret 2026 menunjukkan tekanan pada Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dalam periode koreksi IHSG tersebut, terdapat 10 saham yang mencatatkan keuntungan terbesar atau top gainers. Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terpantau turun 7,89% ke level 7.585,68, dibandingkan dengan posisi sebelumnya di 8.235,48. Kapitalisasi pasar saham juga mengalami penurunan sebesar 7,85% menjadi Rp 13.627 triliun dari Rp 14.787 triliun periode sebelumnya.
Selama minggu tersebut, semua sektor saham mengalami tekanan. Sektor saham consumer siklikal turun 14,73%, sementara sektor saham transportasi dan logistik merosot 12,05%. Selain itu, sektor saham basic materials melemah 11,46%, sektor saham industri terpangkas 11,09%, sektor saham infrastruktur turun 9,32%, dan sektor saham energi mengalami penurunan 5,02%. Selanjutnya, sektor saham consumer nonsiklikal susut 6,82%, sektor saham perawatan kesehatan terpangkas 4,33%, sektor saham keuangan turun 5,46%, sektor saham properti dan real estate melemah 8,97%, serta sektor saham teknologi turun 8,27%.
Meskipun demikian, terdapat 10 saham yang berhasil mencatat kenaikan terbesar di tengah koreksi IHSG. Saham-saham tersebut antara lain PT Ifishdeco Tbk (IFSH) yang melonjak 81,56%, PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) naik 19,38%, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mengalami kenaikan 18,44%, PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) naik 15,79%, dan PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) dengan kenaikan 15,52%.


