Dunia kripto selalu menarik untuk diikuti, terutama dalam hal tren harian dan peristiwa yang memengaruhi pasar seperti Bitcoin, blockchain, DeFi, NFT, Web3, dan regulasi kripto. Pada Minggu (8/3/2026), platform pasar prediksi Kalshi sedang menghadapi gugatan class action terkait kebijakan pasar Khamenei. Kasus ini mencuat setelah chatbot Grok di platform X membuat kehebohan dengan sindiran kasar terhadap tokoh terkenal, dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, merilis dokumen Strategi Siber Nasional AS.
Gugatan terhadap Kalshi berkaitan dengan pembatalan perdagangan yang sudah dimenangkan dalam pasar prediksi. Aturan “death carveout” yang melarang profit dari hasil yang melibatkan kematian menjadi poin kontroversial dalam kasus ini. Meskipun demikian, pihak Kalshi dan pendiri platform tersebut, Tarek Mansour, membantah tuduhan tersebut dengan tegas.
Para penggugat merasa aturan tersebut tidak adil, terutama dalam konteks politik dan keamanan global saat ini. Mereka menilai bahwa mekanisme yang paling realistis bagi pemimpin otokratis berusia 85 tahun seperti Khamenei untuk meninggalkan jabatannya adalah melalui kematiannya. Gugatan ini juga terjadi di tengah popularitas platform pasar prediksi yang semakin meningkat, menarik perhatian dari perusahaan-perusahaan Wall Street dan mencatat lonjakan volume perdagangan yang signifikan.
Kisah ini menjadi salah satu cerminan dari kompleksitas dunia kripto yang tidak hanya melibatkan harga mata uang digital, tetapi juga aturan, kebijakan, dan ketegangan politik yang berdampak pada pasar. Maka, pemantauan terus mengenai peristiwa-peristiwa penting di dunia kripto sangat penting untuk para pelaku pasar dan investor.


