Thursday, May 21, 2026
HomeGadgetPengertian dan Contoh Pajak Progresif

Pengertian dan Contoh Pajak Progresif

Pajak progresif adalah tarif pajak dimana besaran tarif pajak tersebut akan semakin naik atau semakin besar sebanding dengan naiknya dasar pengenaan pajak. Dengan kata lain, semakin tinggi atau semakin banyak dasar pengenaan pajak, maka tarif pajak juga akan semakin besar. Pajak Progresif atau pajak dengan tarif berjenjang, dikenakan terhadap beberapa jenis hal yaitu pajak kendaraan bermotor, dimana pajak progresif terbagi atas pajak progresif mobil dan pajak progresif motor. Selain untuk kendaraan bermotor, pajak progresif juga dikenakan untuk pajak penghasilan 21 atau PPh 21. Pajak Penghasilan yang dikenakan untuk orang pribadi, atau dikenal dengan PPh 21 juga dikenakan tarif progresif, dengan tarif pajak progresif tertinggi sebesar 30% berdasar UU PPh pasal 17 ayat 1 huruf A. Besarnya biaya atas pajak yang dibayarkan akan mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya jumlah kendaraan yang dimiliki, sehingga untuk kendaraan bermotor pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya akan dikenakan tarif yang berbeda-beda. Adapun contoh tarif progresif kendaraan bermotor untuk wilayah Jakarta misalnya: Kepemilikan kendaraan bermotor pertama = 2%, Kepemilikan kendaraan bermotor kedua = 2,5%, Kepemilikan kendaraan bermotor ketiga = 3%, Kepemilikan kendaraan bermotor keempat = 3,5%. Demikian pembahasan mengenai pengertian dari pajak progresif, contoh pajak progresif hingga besaran tarif pajak progresif untuk pajak penghasilan dan pajak progresif motor maupun pajak progresif mobil.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler