Pasar saham Indonesia, di tengah tekanan eksternal yang signifikan, tetap menunjukkan kinerja yang cukup terjaga. Aliran dana asing terus mencatatkan pembelian bersih sekitar Rp 905 miliar, menunjukkan minat investor global terhadap valuasi pasar saham Indonesia, terutama saham-saham besar yang masih solid secara fundamental. Selain faktor eksternal, sentimen domestik juga memberikan dukungan, terutama dari sektor keuangan dimana beberapa emiten perbankan mencatat kinerja positif. Sebagai contoh, Bank Tabungan Negara mencatat lonjakan laba signifikan didorong oleh peningkatan pendapatan bunga dan penurunan biaya dana, sementara Bank Central Asia memberikan sentimen positif dengan pembagian dividen yang cukup besar. Proyeksi untuk perdagangan berikutnya menunjukkan IHSG akan tetap konsolidatif dengan support di 7.300 dan resistance di 7.420, dengan perhatian terus pada konflik di Timur Tengah dan pergerakan harga minyak dunia yang akan mempengaruhi volatilitas global.


