Upaya Korea Utara yang Diduga Memanfaatkan Pekerja IT Palsu untuk Kejahatan Kripto
Korea Utara dilaporkan menggunakan skema di mana para pekerja menggunakan identitas curian, dokumen palsu, dan kredensial palsu untuk masuk ke perusahaan. Dengan berhasil diterima, seorang pekerja IT dalam jaringan dapat menghasilkan pendapatan hingga USD 200.000 per tahun yang kemudian dialirkan ke pemerintah Korea Utara. Metode operasi ini semakin sulit dideteksi, dengan laporan menyebutkan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) oleh Korea Utara untuk mengubah penampilan, suara, hingga aksen pekerja saat wawancara video agar sesuai dengan identitas yang mereka gunakan. Beberapa pekerja yang berhasil masuk ke perusahaan bahkan terlibat dalam aktivitas tambahan seperti menanam malware, mencuri data perusahaan, hingga melakukan pemerasan terhadap perusahaan. Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menyatakan bahwa rezim Korea Utara memanfaatkan data sensitif sebagai senjata, dan bahwa pemerintah AS akan terus melacak aliran dana tersebut. Scott Bessent menekankan bahwa Amerika Serikat akan terus mengikuti jejak aliran uang yang digunakan oleh rezim Korea Utara dalam melakukan kejahatan tersebut.


