PT Mayora Indah Tbk (MYOR) telah melaporkan kinerja keuangannya sepanjang tahun 2025. Meskipun perseroan mencatat pertumbuhan penjualan, laba mereka mengalami penurunan pada tahun yang sama. Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, PT Mayora Indah Tbk berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 38,68 triliun pada tahun 2025, mengalami kenaikan sebesar 7,23% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 36,07 triliun.
Sementara itu, beban pokok penjualan juga mengalami kenaikan sebesar 8,7% menjadi Rp 30,18 triliun pada tahun 2025 dari periode yang sama pada tahun sebelumnya. Laba kotor perseroan naik 2,28% menjadi Rp 8,49 triliun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 8,30 triliun.
Selain itu, PT Mayora Indah Tbk juga mencatat kenaikan beban penjualan dan beban usaha pada tahun 2025. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan beban penjualan menjadi Rp 3,88 triliun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 3,52 triliun, serta peningkatan beban umum dan administrasi sebesar 8,69% menjadi Rp 885,62 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp 857,91 miliar. Akibatnya, laba usaha perseroan mengalami penurunan sebesar 4,89% menjadi Rp 3,72 triliun pada tahun 2025.
Meskipun laba sebelum pajak juga mengalami penurunan sebesar 6,8% dari Rp 3,88 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp 3,61 triliun pada tahun 2025, ekuitas perseroan berhasil naik sebesar 7,3% menjadi Rp 18,36 triliun. Liabilitas perseroan juga mengalami peningkatan sebesar 3,09% menjadi Rp 13,01 triliun, sementara aset perseroan tumbuh sebesar 5,5% menjadi Rp 31,37 triliun. Pada akhirnya, perseroan berhasil membukukan kas dan setara kas sebesar Rp 5,8 triliun pada tahun 2025.
Melalui pencapaian ini, PT Mayora Indah Tbk terus berupaya untuk meningkatkan kinerja keuangannya dan memperkuat posisinya di pasar.


