Kesulitan penambangan Bitcoin (BTC) mengalami penurunan signifikan dalam pembaruan terbaru menurut data dari CloverPool. Penyesuaian terjadi pada ketinggian blok 941.472 dan menurunkan tingkat kesulitan sebesar 7,76%, merupakan penurunan terbesar kedua sepanjang tahun 2026. Kesulitan penambangan merupakan indikator seberapa sulit bagi komputer (miner) untuk memecahkan teka-teki kriptografi guna menambahkan blok baru ke blockchain Bitcoin.
Sementara itu, hasil jumlah total daya komputasi yang digunakan oleh seluruh miner di jaringan Bitcoin, yang disebut sebagai hashrate jaringan, berkisar di angka 933,51 exahash per detik (EH/s), dengan estimasi lain menyebut sekitar 948 EH/s. Hashrate yang tinggi mencerminkan kekuatan dan keamanan jaringan, karena melibatkan lebih banyak daya komputasi dalam proses verifikasi transaksi.
Para analis meramalkan bahwa pelemahan ini mungkin akan berlanjut dalam jangka pendek, dengan data menunjukkan potensi penurunan sekitar 0,39% pada penyesuaian berikutnya. Rata-rata waktu pembuatan satu blok saat ini berada pada 9 menit 32 detik, mendekati target ideal Bitcoin yaitu 10 menit per blok, menunjukkan upaya sistem dalam menjaga kestabilan kecepatan transaksi.
Fluktuasi dalam tingkat kesulitan penambangan Bitcoin telah terjadi sebelumnya, seperti lonjakan hingga 14,73% pada bulan Februari. Namun, penurunan signifikan seperti koreksi 11,16% pada 7 Februari dan penurunan terbaru sebesar 7,76% menandakan bahwa sektor penambangan Bitcoin sedang mengalami periode yang penuh tantangan.


