Bitcoin terus menjadi topik yang menarik dalam dunia investasi kripto. Dalam beberapa waktu terakhir, rotasi ke infrastruktur Bitcoin terjadi dengan pra-penjualan HYPER yang berhasil mengumpulkan lebih dari USD32 juta. Jelas terlihat bahwa investor semakin tertarik pada infrastruktur yang dapat meningkatkan utilitas Bitcoin on-chain.
Salah satu infrastruktur yang menarik perhatian adalah Bitcoin Hyper, yang mengklaim sebagai Bitcoin Layer 2 yang menggunakan Solana Virtual Machine. Dengan integrasi ini, transaksi hampir instan dengan biaya lebih rendah dapat dilakukan, sekaligus menjaga hubungan dengan lapisan dasar Bitcoin.
Bitcoin Hyper memiliki token bernama HYPER, dengan total pasokan 21 miliar. Token ini bertujuan untuk mendukung biaya, tata kelola, dan fitur jaringan lainnya. Melalui prapenjualan, proyek ini berhasil menggalang dana lebih dari USD 32 juta, menarik minat banyak investor.
Nilai token HYPER saat ini sebesar USD 0,0136774, dengan imbalan staking mencapai 36% APY sebelum diluncurkannya mainnet. Partisipasi dalam proyek ini dapat dilakukan dengan berbagai opsi pembayaran, seperti SOL, ETH, BNB, USDC, USDT, dan kartu bank, serta fitur staking terintegrasi yang memudahkan para investor.
Dengan meningkatnya minat pada infrastruktur Bitcoin yang fokus pada utilitas siklus berikutnya, momentum prapenjualan Bitcoin Hyper menunjukkan indikasi pergeseran arah investasi. Tetapi, pada akhirnya, keputusan investasi ada di tangan pembaca. Penting untuk selalu belajar dan menganalisis sebelum terlibat dalam perdagangan kripto, dan pastikan untuk mengambil tindakan yang bijaksana dalam setiap keputusan investasi yang diambil.


