Wednesday, April 15, 2026
HomeBeritaPascalibur: Mengatasi Post Holiday Blues Setelah Lebaran

Pascalibur: Mengatasi Post Holiday Blues Setelah Lebaran

Libur Lebaran 2026 sebentar lagi akan selesai, meninggalkan kenangan indah tentang momen kebersamaan, perjalanan, dan waktu santai. Tetapi, setelah semua kegembiraan itu berlalu, banyak orang merasakan perasaan kosong, malas, bahkan sedih tanpa alasan yang jelas. Hal ini dikenal sebagai post holiday blues dalam dunia psikologi, yaitu kondisi emosional yang timbul setelah liburan berakhir dan orang harus kembali ke rutinitas sehari-hari.

Post holiday blues bukanlah sesuatu yang harus dianggap remeh. Ini adalah respons alami dari otak terhadap perubahan suasana secara drastis setelah liburan. Selama masa liburan, hormon-hormon seperti dopamin dan oksitosin meningkat secara signifikan karena kebahagiaan yang dirasakan selama bersama orang-orang tercinta, menikmati makanan, dan bebas dari tekanan pekerjaan. Namun, ketika liburan berakhir, sumber kebahagiaan tersebut tiba-tiba berkurang.

Gejala post holiday blues biasanya meliputi perasaan muram tanpa alasan jelas, kehilangan motivasi, kesulitan berkonsentrasi, gangguan tidur, perubahan nafsu makan, dan kelelahan fisik yang berkepanjangan. Tidak semua orang merasakan kondisi ini dengan intensitas yang sama, terutama mereka yang memiliki beban kerja tinggi, tekanan hidup besar, atau merasa kurang puas dengan liburan.

Untuk menghadapi post holiday blues dengan lebih sehat, dianjurkan untuk bersikap lebih lembut pada diri sendiri, menerima perasaan yang muncul, dan memulai aktivitas secara perlahan. Menjaga pola tidur dan pola makan yang sehat, serta berolahraga ringan seperti berjalan kaki setiap hari, juga dapat membantu mengatasi kondisi tersebut.

Penting juga untuk menjaga koneksi dengan keluarga, terutama bagi perantau, dan mengingat kembali momen-momen bahagia selama liburan. Membuat rencana kegiatan ke depan juga bisa membantu menghadapi post holiday blues, sehingga seseorang memiliki sesuatu yang dinantikan. Jika perasaan sedih atau hampa berlangsung lebih dari dua minggu dan mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan mental profesional untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler