Franklin Templeton, perusahaan investasi raksasa berbasis di California, telah memperkenalkan bisnis kripto baru untuk investor institusional setelah mengakuisisi 250 Digital, yang merupakan hasil pemisahan dari perusahaan modal ventura CoinFund. Dengan akuisisi ini, Franklin Templeton membentuk unit bisnis baru bernama “Franklin Crypto” yang fokus pada investor institusional. Tim Franklin Crypto terdiri dari para veteran industri kripto seperti Christopher Perkins, Seth Ginns, dan Tony Pecore, sesuai dengan informasi dari Yahoo Finance.
Perusahaan ini saat ini mengelola aset digital senilai sekitar USD 1,8 miliar atau Rp 30,45 triliun, di samping aset kelolaan total sebesar USD 1,71 triliun atau Rp 28.934 triliun termasuk saham. Franklin Templeton menyatakan bahwa dengan peluncuran Franklin Crypto, mereka dapat membantu klien global untuk memahami dan berinvestasi dalam aset kripto yang kompleks. Sebelumnya, Franklin Templeton telah mengoperasikan Franklin OnChain U.S. Government Money Fund (FOBXX), reksa dana terdaftar AS pertama yang menggunakan teknologi blockchain.
Harga saham BEN telah mengalami kenaikan sebesar 24% dalam 12 bulan terakhir dan diperdagangkan pada harga USD 23,93 per saham. Perlu diingat bahwa keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca, dan mereka disarankan untuk melakukan analisis dan penelitian sebelum melakukan transaksi jual beli kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas hasil keuangan yang timbul dari keputusan investasi.


