Pada perdagangan saham Rabu, IHSG melemah dengan koreksi di sektor saham kesehatan dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tetap stabil. Menurut data RTI, IHSG ditutup turun 0,68% menjadi 7.623,58, dengan LQ45 juga merosot 0,57% ke posisi 759,94.
Dalam perdagangan pekan ini, IHSG bergerak antara level tertinggi 7.777,57 dan terendah 7.623,58. Ada 380 saham yang menguat, 292 saham melemah, dan 149 saham stagnan. Total frekuensi perdagangan mencapai 3.164.275 kali dengan volume perdagangan saham 51,4 miliar saham dan nilai transaksi harian mencapai Rp 22,6 triliun. Posisi dolar AS terhadap rupiah tetap stabil di kisaran 17.127.
Mayoritas sektor saham mengalami pelemahan, terutama sektor kesehatan yang turun 2,81%, sedangkan sektor transportasi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 3,45%. Pengamat pasar modal, Reydi Octa, menyebut bahwa faktor eksternal dan tekanan rupiah menjadi pemicu pelemahan IHSG. Menurutnya, pelemahan ini bukan perubahan fundamental, melainkan kombinasi dari tekanan kurs dan arus keluar modal asing.
Dengan terus melemahnya rupiah, IHSG diperkirakan akan cenderung fluktuatif dan rawan mengalami pullback dalam jangka pendek. Hal ini juga dipengaruhi oleh aksi profit taking di saham-saham besar setelah mengalami rebound sebelumnya. Selain itu, aset Indonesia kehilangan daya tarik sehingga investor asing lebih cenderung melakukan outflow dan wait and see.


