Bermacam jenis dispenser air sering membuat kita bingung saat akan memilih dan membeli dispenser. Seperti saat membeli kulkas atau AC, dispenser memiliki beberapa model atau jenis yang berbeda. Dispenser air umumnya dibedakan berdasarkan posisi penempatan galon air dan suhu air yang dikeluarkan. Sebagian besar dispenser memiliki fungsi dan fitur yang hampir sama, namun ada beberapa yang dilengkapi dengan lemari pendingin kecil atau fitur alarm penanda air sudah hampir habis. Dalam artikel ini, akan dibahas mengenai berbagai macam model dispenser beserta kelebihan dan kekurangannya.
Saat memilih dispenser, ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu posisi penempatan galon dan suhu air yang dikeluarkan. Jenis dispenser berdasarkan penempatan galon dibagi menjadi dispenser top loading, dispenser bottom loading, dan dispenser top & bottom loading. Dispenser top loading memiliki galon air yang ditempatkan di bagian atas dispenser, sementara dispenser bottom loading memiliki galon di bagian bawah. Sedangkan dispenser top & bottom loading merupakan kombinasi dari kedua jenis sebelumnya.
Setiap jenis dispenser memiliki kelebihan dan kekurangannya. Dispenser top loading cenderung lebih murah dan portable, namun membutuhkan tenaga ekstra untuk mengganti galon air. Sementara dispenser bottom loading lebih mudah penggantian galonnya dan memiliki tampilan yang lebih modern, namun harganya cenderung lebih mahal. Selain itu, ada juga perbedaan suhu keluaran air dispenser, seperti Hot, Cold, dan Normal. Pilihlah dispenser yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan pastikan ukurannya cocok dengan tempat yang tersedia.


