PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pengelola restoran cepat saji KFC, mencatat kinerja keuangan yang beragam pada tahun 2025. Perusahaan berhasil meningkatkan pendapatan namun mengalami penurunan yang signifikan dalam rugi bersih. Menurut laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan perusahaan mencapai Rp 4,88 triliun pada tahun 2025, mengalami kenaikan tipis sebesar 0,11% dari tahun sebelumnya.
Beban pokok penjualan berhasil turun sebesar 1,9% menjadi Rp 1,99 triliun pada tahun 2025 dari Rp 2,03 triliun pada tahun 2024. Sejalan dengan penurunan beban pokok penjualan ini, laba bruto perusahaan mengalami kenaikan sebesar 1,6% dari Rp 2,84 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp 2,88 triliun pada tahun 2025.
Selain itu, beban penjualan dan distribusi juga mengalami penurunan menjadi Rp 2,60 triliun pada tahun 2025 dari Rp 2,71 triliun pada tahun sebelumnya. Beban umum dan administrasi serta beban operasional lainnya juga turut mengalami penurunan pada tahun 2025. Meskipun begitu, perseroan masih mencatat rugi usaha sebesar Rp 311,66 miliar pada tahun 2025, meskipun angka tersebut telah mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.
Perusahaan juga berhasil memotong rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 55,95% menjadi Rp 366,04 miliar pada tahun 2025. Selain itu, ekuitas perseroan naik secara signifikan sebesar 241,22% menjadi Rp 435,85 miliar pada tahun 2025. Aset perseroan juga mengalami kenaikan yang cukup mencolok.
Di samping itu, jumlah gerai perseroan mengalami penurunan menjadi 690 gerai pada tahun 2025 dari 715 gerai pada tahun sebelumnya. Meskipun demikian, PT Fast Food Indonesia Tbk terus berupaya untuk meningkatkan kinerja keuangannya dan terus berinovasi demi kelangsungan bisnisnya ke depan.


