Pada tahun 2024, terjadi gelombang penjualan Bitcoin yang berbeda dengan tren sebelumnya, di mana para miner menambah cadangan sekitar 17.593 BTC sehingga total kepemilikan melebihi 100.000 BTC. Namun, pada tahun 2026, kondisinya berubah. Profitabilitas mining terus tertekan akibat penurunan hashprice yang membuat pendapatan per unit daya komputasi rendah, sekitar USD 30 per petahash per detik. Hal ini menyebabkan margin keuntungan menjadi tipis, terutama bagi perusahaan dengan perangkat lama atau biaya listrik tinggi. Selain itu, larangan mining di China pada tahun 2021 dan peningkatan kapasitas global juga membuat persaingan semakin ketat. Reward blok Bitcoin telah berkurang sejak tahun 2024, sementara tingkat kesulitan jaringan meningkat hingga 10 kali lipat dibandingkan tahun 2021. Meskipun harga Bitcoin masih tinggi, melampaui USD 120.000, namun kenaikan kesulitan jaringan membuat keuntungan tidak optimal.


