Pada tanggal 21 April 2026, sejumlah musisi dari Indonesia Timur, seperti Toton Caribo, Wizz Baker, Oncho Flash, Ave, dan Eno Smaper, secara resmi bergabung dengan Sony Music Entertainment. Langkah ini merupakan bagian dari strategi label besar tersebut untuk mengembangkan musik nasional serta memberikan kesempatan lebih luas bagi bakat-bakat dari luar Pulau Jawa.
Musik dari wilayah Indonesia Timur terus menunjukkan kekuatannya dalam industri musik nasional. Dengan karakter ritmis yang kuat, lirik yang jujur, dan energi autentik, musik dari timur Indonesia mulai diterima di tengah industri musik utama. Pertumbuhan ini terjadi dari komunitas lokal, didorong oleh distribusi digital dan kehadiran kuat di media sosial, memungkinkan karya-karya musisi tersebut menembus batas geografis dan mencapai pendengar dari berbagai generasi.
Sebelum kerja sama resmi dimulai, sejumlah karya dari Ave, Eno Smaper, dan Oncho Flash bersama Wita Sofi telah dirilis. Saat ini, Sony Music Indonesia bersiap untuk kolaborasi baru dengan Toton Caribo dan Wizz Baker sebagai bagian dari langkah strategis ke depan.
Sony Music Indonesia telah menunjukkan komitmennya terhadap musik daerah dengan menghadirkan Megah Music, sub-label yang fokus pada musik hyperlocal. Wisnu Wicaksana, Head A&R Sony Music Indonesia untuk Floor Inc & Megah Music, menjelaskan visinya dalam langkah tersebut. Menurut Wisnu, Sony Music selalu memberikan wadah bagi potensi musik di luar arus musik pop, termasuk musik tradisional, kedaerahan, dan musik religi, termasuk dangdut dan genre sejenisnya. Sony Music Indonesia sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan pelaku musik dari wilayah Timur, seperti Toton Caribo dan Wizz Baker yang dianggap menjadi perhatian utama dalam pengembangan musik dari wilayah Indonesia Timur.


